HABIBIE, FAKTANYA CINTA INDONESIA

(“Pameran Foto Habibie dan Gebyar Aneka Lomba yang diselenggarakan berbagai Komunitas yang tergabung dalam Friends Of Mandiri Museum”)

foto 169

Siapa yang tidak kenal sosok BJ. Habibie? Sangat banyak sebutan yang diberikan kepada Bapak yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3 ini. Diantaranya adalah Ahli Pesawat Terbang, Bapak Teknologi, dan juga dikenal sebagai sang Inspirator bangsa karena banyak karya-karyanya yang sangat berguna bagi negara.

Selain itu, beliau juga dikenal sebagai orang yang memiliki kecerdasan yang sangat tinggi dan sangat mencintai negara Indonesia. Sejak kecil Habibie bercita-cita untuk membuat pesawat terbang yang bisa membantu banyak orang. Hal ini sendiri terinspirasi dari ayahnya yg sedari Habibie kecil mengajarkan banyak hal mengenai pesawat

foto 158

Biografi BJ. Habibie

Sedikit cerita singkat mengenai profil BJ. Habibie. BJ. Habibie lahir di Pare-Pare, tepatnya provinsi Ujung Pandang pada tanggal 25 Juni 1936 dengan nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, putra Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo, beliau merupakan anak ke-4 dari delapan bersaudara. Dan sejak kecil orangtuanya mengajarkan bagaimana membangun masa depan yang cemerlang dengan menyeimbangkan antara spiritual dan maupun intelektual.

Sisi spiritual dan intelektual yang ditanamkan oleh orang tuanya yaitu dengan belajar, membantu orang tua, mengaji dan shalat lima waktu yang rutin dijalankan sehari-hari. Sehingga tidak mengherankan sejak duduk di bangku sekolah beliau adalah murid yang jenius, ramah, sopan dan tidak sombong. Hal ini dibuktikan dalam waktu sekejap ia dapat menyelesaikan pelajaran eksakta yang sulit, seperti matematika, fisika, kimia, stereo, dan geneo dengan nilai yang baik sekali.

Ketika menunaikan shalat isya pada tanggal 03 September 1950, ayah beliau meninggal terkena serangan jantung. Setelah beberapa saat ayahnya meninggal, seluruh keluarga Habibie pindah ke Bandung dengan berbekal uang hasil penjualan rumah dan kendaraannya. Dan Habibie pun melanjutkan pendidikannya di ITB. Selama menjadi mahasiswa ITB, Habibie memang banyak tertarik di bidang aeromodelling atau model pesawat terbang yang ia buat sendiri.

Menjadi Sarjana di Jerman

Sebelum menyelesaikan kuliahnya di ITB, enam bulan kemudian akhirnya Habibie mengambil keputusan untuk melanjutkan studinya di Rhenish Wesfaliche Tehnische Hoschule Jerman.

Berbekal dukungan semangat dan tunjangan financial dari ibunya R.A Tuti Marini Puspowardojo, Habibie akhirnya berhasil menyelesaikan studi di jenjang S1 dan S2 nya di Jerman. Berbeda dengan kebanyakan teman-teman mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman, mayoritas mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di jenjang S1 dan S2, biaya kuliah Habibie justru ditopang oleh sang ibu yang saat itu mengandalkan usaha catering dan kost yang juga berlokasi di Bandung. Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Jerman, akhirnya Habibie lulus sebagai Diploma teknik Jerman bidang desain dan konstruksi pesawat terbang. Gelar tersebut setara dengan gelar Master (S2) di negara lain.

Cerita dibalik Kesuksesan

Selama kuliah di Jerman, Habibie adalah sosok yang ulet dan rajin. Hal ini terlihat ketika musim liburan tiba, dimanfaatkan beliau dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan dikesampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain memanfaatkan waktu liburan dengan bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.

Disamping aktif menjadi mahasiswa jurusan aeronik di Aachen, Habibie juga aktif dalam berorganisasi. Beliau tergabung dalam organisasi PPI dan dipercaya sebagai ketua perhimpunan tersebut. Kiprahnya tidak berhenti disitu saja. Beliau berhasil mengadakan seminar PPI yang mengupas masalah pembangunan, politik, ekonomi, serta social di Indonesia pada tahun 1959. Dibalik kesuksesan tersebut, beliau berusaha dengan tidak kenal putus asa untuk menyebar proposal dan mencari dana ke perusahaan agar seminar tersebut dapat terlaksana. Seminar tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang berdomisili di Eropa.

Suksesnya seminar tersebut harus dibayar dengan kesehatannya yang drop saat itu. Beliau harus terkapar sakit dan dirawat dengan kondisi tak sadarkan diri selama 3 hari karena menderita TBC tulang. Namun Allah masih memberikan kesempatan kepada beliau untuk meneruskan perjuangannya itu.

Charger Hidup

Tak lama setelah lulus dari jenjang S2, Habibie kembali ke Indonesia. Singkat cerita, selama beberapa hari di rumah (Bandung), Habibie bertemu dengan Ainun yang tak lain merupakan teman semasa SMAnya yang pernah diledekin ketika itu. Namun ketika bertemu kembali, Habibie terpesona dengan kecantikan Ainun yang pada waktu itu telah memiliki gelar dokter dan bekerja di salah satu Rumah Sakit daerah Jakarta. Berawal dari sinilah mereka jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Rasa cinta dan pengabdiannya yang besar membuat Ainun rela meninggalkan pekerjaannya demi mengikuti suami untuk hijrah membangun karir dan impian di Jerman. Di masa inilah kegigihan Habibie dan kesetiaan cinta Ainun diuji. Mereka tinggal di sebuah apartemen kecil dan mengandalkan Habibie sebagai pencari nafkah untuk biaya hidup sekaligus biaya S3nya. Pasangan harmonis ini kemudian dikaruniai dua orang putra bernama Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

foto 168

Kegigihan dan Keuletan yang dibayar dengan Kesuksesan

Dengan gelar Insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang yang beliau terapkan di wagon dan akhirnya berhasil.

Ketekunan dan keuletan membuat Habibie segera lulus S3 dan dipercayakan untuk menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Analisis Struktur Pesawat Terbang di Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) Hamburg sejak tahun 1965. Pengetahuan dan karirnya yang cemerlang membawa Habibie naik jabatan menjadi direktur teknologi untuk dewan direktur MBB sejak tahun 1969 sampai dengan 1973.

Semua kesuksesan tersebut dapat diraih Habibie sebelum berusia 40 tahun dan menjadikannya sebagai salah satu orang terpandang di Jerman. Selama berkarir di MBB Hamburg, Habibie telah banyak menyumbangkan sejumlah hasil penelitian sedrta ide teori di bidang termodinamika, konstruksi serta aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya yang amat terkenal dalam dunia desain dan konstruksi pesawat terbang adalah “Habibie Factor”, “Habibie Method”, dan “Habibie Theorem

foto 164

Prestasi- prestasi yang diukir di Jerman bukanlah kunci keberhasilan dan kejayaan bagi beliau, justru hal tersebut sebagai sarana dalam mempersiapkan diri jika kelak berada di tanah air.

Kembali ke Tanah Air

Kesuksesan beliau selama di Jerman tak membuat beliau lupa akan kecintaannya dengan tanah air. Habibie kembali dengan tujuan membangun tanah air melalui ilmu yang sudah dimilikinya. Setelah lama kuliah dan bekerja di Jerman, Presiden Ketiga Republik Indonesia ini berkeinginan untuk kembali ke negaranya dan membangun industri dirgantara. Habibie ingin membangun industri pesawat di Indonesia. Sayangnya, setelah beberapa kali mengirim surat ke pemerintah, Habibie selalu mendapat penolakan dengan berbagai macam alasan. Hal itu membuatnya kecewa. BJ Habibie yang kecewa mendapat tawaran untuk menjadi Warga Negara Jerman, bahkan sebagai Warga Negara Kehormatan.

Namun Habibie menolak karena ia yakin suatu hari akan kembali mendapat panggilan tugas di Indonesia. Habibie pun hanya menyandang status sebagai Permanent Resident dan tetap memegang paspor Indonesia. Oleh Presiden Soeharto, Habibie awalnya diangkat sebagai Penasehat Pemerintah untuk bidang teknologi pesawat terbang hingga kemudian diangkat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek). Jabatan Menristek diemban Habibie dari tahun 1978 sampai 1998, sekaligus berperan aktif sebagai Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta berbagai jabatan lainnya Setelah itu beliau menjabat sebagai Wakil Presiden dan kemudian Presiden di tahun yang sama.

foto 167

Tiga tahun setelah kepulangannya ke tanah air, Habibie dianugerahi gelar professor Teknik dari ITB di usianya yang ke-41 tahun. Sumbangsih beliau sebagai putra Indonesia dibuktikan dengan terciptanya produk-produk pesawat terbang yang mampu diciptakan industri penerbangannasional, contohnya pesawat CN-235 yang digunakan AU Spanyol serta pesawat penumpang sipil N-250.

foto 159

Belum lama ini pesawat rancangan beliau berseri R80 telah masuk masa pra-desain dan siap diproduksi sebanyak 400 unit. Semua pengerjaannya akan dilakukan di Indonesia dan para tenaga asli pribumi dari  PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Ada harapan dan juga mimpi besar dalam proyek tersebut. Namun lebih dari pada itu, ini merupakan perwujudan janji dan cinta sang professor bersahaja, bahwa ia akan tetap menjadi bagian dari Indonesia.

. Habibie telah mengajarkan kepada kita akan kecintaan pada negeri ini, sangat jelas digambarkan betapa ia sangat ingin mengabdi pada negara ini, hanya saja sayangnya kita yang terlanjur tidak menghargai beliau, ironi ketika kita sibuk mencuri dari negeri ini, berlomba menjadi pemimpin yang korup dengan memakan uang rakyat. Sekarang giliran kita yang berjuang membesarkan bangsa ini, beliau telah memberikan teladan yang baik bagi bernegara dan kehidupan berumahtangga. Semoga inspirasi yang telah beliau bagikan melalui ceritanya mampu membangkitkan semangat kita hingga kejayaan Indonesia dimata Internasional dapat diraih. Kita bisa melihat dan mengetahui bagaimana rasa nasionalisme seorang BJ Habibie. Ia tetap mencintai Indonesia meski disanjung di negara lain

Terima kasih pak Habibie, semoga senantiasa sehat dan menghasilkan karya-karya cemerlang lainnya

foto 165

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: