MIkroalga

Spirulina sp.

Spirulina merupakan salah satu mikroalga yang trmasuk ke dalam kelompok Cyanobacteria. Spirulina berbentuk filamen, biasanya hidup di danau atau di perairan dengan kandungan garam yang tinggi. Saat ini spirulina banyak dimanfaatkan dalam bioteknologi nutrisional, industri, lingkungan, serta banyak dimanfaatkan juga sebagai bahan tambahan makanan pada pakan ikan (Ahsan et al 2008) . Hal ini dikarenakan kandungan  beberapa zat seperti protein, mineral, vitam B12, karatenoida, asam lemak esensial seperti asam linolenat (Henrikson 2009). Spirulina dimanfaatkan sebagai bahan makanan pada manusia dikarenakan hasil ekstraksinya menunjukkan beberapa keuntungan fisiologis seperti antioksidan, antimicrobial, anti-inflamantory, antiviral, dan antitumoral (Spolaore et al 2006)

Spirulina merupakan ganggang renik multiselular berbentuk filamen yang tersusun atas sel – sel berbentuk silindris tanpa sekat pemisah (septa), tidak bercabang dengan trikhoma berbentuk heliks dna berwarna hijau kebiruan. Panjang trikhoma sekita 20 mm. Pada sitoplasma spirulina tampak adanya granula sitoplasma yang emngandung vakuola gas. Terdapat 4 lapisan dinding sel pada sitoplasma. Lapisan eksternal atau lapisan terluar yang posisinya sejajar dengan sel axis dan bersifat gram negatif, lapisan lilitan protein fibril di sepanjang trikhoma, lapisan peptidoglikan yang letaknya menuju kedalam filamen dan menyatu dengan lapisan septa berbentuk cakram tipis, dan selaput lendir dinding sel yang terdiri atas senyawa glukosa dan berfungsi sebagai pelindung sel dari kekeringan dan juga memudahkan pergerakan sel. Spirulina juga memiliki badan polihedral, butir – butir cyanophysin, butir – butir glikogen, ribosom 70S, butir lemak, badan polifosfat, dan vakuola gas dalam kromoplasmanya. Badan polihedral merupakan enzim rubisco dalam bentuk partikel karboksisom pada bakteri, butir – buitr cyanophysin terdiri atas polipeptida berupa aspartat dan arginin serta butir – butir pati, badan polifosfat merupakan tempat cadangan posfat, sedangkan vakuola gas merupakan kantong – kantong udara berbentuk silindris yang tersusun kelompok dengan fungsi untuk menyimpan oksigen, mengambang, dan mempertahankan berat jenis sel terhadap berat jenis air.  Tilakoid spirulina tersebar didalam kromoplasma yang merupakan tempat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan klorofil a (Kabinawa 2006)

 

 

 

Gambar spirulina

Dunaliella salina

Dunaliella merupakan mikroalga uniselular dengan dua flagela dan termasuk kedalam alga hijau (Chlorophyta, Chloropyceae). Dunaliella memiliki morfologi tubuh seperti Chlamydomonas dengan dua perbedaan utama yang terdapat pada dinding sel Dunaliella. Dunaliella memiliki dua flagella yang sama panjang dan tunggal, bentuk kloroplas seperti cangkir. Bentuk sel yang bervariasi, menjadi oval, bulat, silindris, ellips. Sel dalam setiap spesies tertentu dapat berubah bentuk dengan perubahan kondisi, akan menjadi bulat jika kondisi tidak mendukung. Ukuran sel juga bervariasi dengan kondisi pertumbuhan dan intensitas cahaya yang mempengaruhi. Sel – sel akan membelah dengna memanjang menjadi bagian – bagian lain dengan memanjang pada kondisi motil. Dlam kondisi tertentu, sel Dunaliella dapat berkembang ke tahap palmelladan tertanam di dalam lapisan tebal lendir, atau membentuk aplanospore dengan dinding tebal dan kasar.  (Borowitzka 2000)

Dunaliella merupakan jenis fitoplankton laut yang hidupnya di pesisir pantai dan air danau yang memiliki salinitas garam yang tinggi atau bersifat halofilik. Dunaliella juga memiliki pH toleransi dari pH 1-11 (Massyuk 2000). Dunaliella juga merupakan salah satu organisme eukariotik yang paling ramah lingkungan dan dapat mengatasi berbagai salinitas air laut dengna kisaran 3% NaCl sampai kejenuhannya 31% NaCl, dan temperatur kisarannya dari 0°C-38°C (Borowitzka 2000)

Dunaliella salina yang berwarna merah- oranye disebabkan oleh kandungan beta karotenoid dan campuran karotenoidnya yang tinggi. Dunaliella dalam pemanfaatannya dapat sebagai bahan makanan pada manusia, seperti menstimulasi sistem imunitas, detoksifikasi alami, anti kanker, antioksidan, dan penambah energi dan vitalitas (Lee et al 2000)

 

 

 

 

Gambar Dunaliella

Chlorella sp.

Chlorella sp. merupakan jenis mikroalga yang memiliki bentuk sel bulat, hidup soliter, berukuran 2- 8 µm. Dalam sel Chlorella mengandung 50% protein , lemak serta vitamin A, B, D, E, dan K serta terdapat klorofil yang berfungsi sebgai kalatisator dalam fotosintesis. Chlorella termasuk ke dalam jenis eukariotik dan bersifat autotrof, merupakan jenis ganggang bersel satu yang tidak bergerak dengan ciri – ciri bentuk sel seperti bola, protoplasmanya berbentuk mangkok kecil, reproduksi aseksual dengan cara membelah diri (Round 2001)

Algae Chlorella sp. memiliki habitat hidup di tempat basah atau berair. Chlorella dapat tumbuh pada salinitas 225 ppt dan tumbuh lambat pada salinitias 15 ppt serta hampir tidak tumbuh pada salinitas 0 ppm dan 60 ppm. Tumbuh pada suhu 20°C, tumbuh lambat pada suhu 32°C. Tumbuh sangat baik pada suhu 20°-23°C. Pertumbuhan Chlorella dapat diukur dengan cara mengamati dan menghitung perkembangan jumlah sel (Kataraman 2000).

Chlorella juga mengandung gizi yang cukup tinggi yaitu protein 42,2%, lemak kasar 15,3%, nitrogen dalam bentuk ekstrak, kadar air 5,7%, dan serat 0,4%. Chlorella juga menghasilkan antibiotik yang disebut Chlorellin yang dapat melawan penyakit – penyakit yang disebabkan oleh bakteri (Round 2001). Pemanfaatan mikroalga ini sudah sangat terkenal diantaranya dimanfaatkan sebagai makanan ikan dan juga untuk makanan bergizi serta sebagai pengolah limbah pabrik, peternakan, industri logam dan pengolahan air limbah (Round 2001)

 

 

 

 

Gambar Chlorella

Scenedesmus sp.

Scenedesmus merupakan kelompok mikroalga dan yang paling beragam karena ada yang bersel tunggal, koloni dan bersel banyak.  Sel Scenedesmus berbentuk silindris dan umumnya membentuk koloni. Koloni Scenedesmus terdiri dari 2, 4, 8, atau 16 sel tersusun secara lateral. Ukuran sel bervariasi, panjang sekitar 8–20 µm dan lebar sekitar 3–9 µm. Struktur sel Scenedesmus sederhana. Sel Scenedesmus diselubungi oleh dinding yang tersusun atas tiga lapisan, yaitu lapisan dalam yang merupakan lapisan selulosa, lapisan tengah merupakan lapisan tipis yang strukturnya seperti membran, dan lapisan luar, yang menyelubungi sel dalam koloni. Lapisan luar berupa lapisan seperti jaring yang tersusun atas pektin dan dilengkapi oleh bristles. Ciri umum Scenedesmus Berwarna hijau terang, kosmopolitan (air tawar, payau, asin. Dari oligotrof sampai eutrof, memiliki anggota terbanyak, eukariot (umumnya uninucleate), ada yang unisel, koloni dan filamen, pigmen yang dimiliki: klorofil a,b, karoten (ֶα,β,γ) dan beberapa xantofil, dinding sel terbuat dari selulosa atau polimer xylosa atau mannosa atau hemiselulosa. Sedangkan ciri-ciri khusus Scenedesmus itu sendiri sebagian anggota memiliki flagel -à dapat bergerak sedikit, bentuk flagel isokontae, jumlah dan letak sangat bervariasi (apikal, subapikal, lateral). . Kloroplasnya beraneka bentuk dan ukurannya, ada yang seperti mangkok, seperti busa, seperti jala, dan seperti bintang, penyusunnya sama seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu amilase dan amilopektin (Matsunaga et al 2009)

Scenedesmus biasanya hidup di air tawar, air laut, air payau tanah – tanah yang basah, ada pula yang hidup di tempat – tempat kering. Pada umumnya melekat pada batuan, dan seringkali muncul kepermukaan apabila air surut merupakan suatu penyusun plankton atau sebagai bentos. Yang bersel besar ada yang hidup di air laut, terutama dekat pantai. Ada jenis chlorophyceae yang hidup pada tanah-tanah yang basah. Bahkan diantaranya ada yang tahan akan kekeringan. Sebagian lainnya hidup bersimbiosis dengan lichenes, dan ada yang intraseluler pada binatang rendah. Sebagian yang hidup di laut merupakan makroalga seperti Ulvales dan siphonales. Scenedesmus yang hidup di air tawar memiliki sifat kosmopolit, terutama yang hidup di tempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti kolam, danau dan genangan air hujan, sungai atau selokan. Alga hijau juga ditemukan dilingkungan semi akuatik yaitu pada batu-batuan dan kulit batang pohon yang lembab (protococcus dan trentepotia. Beberapa anggotanya hidup di air yang mengapung atau melayang. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan (Matsunaga et al 2009)

Berperan sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis alga yang hidup bebas di air terutama yang tubuhnya bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun pitoplankton. Sebagian fitolankton adalah alga hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya aktif melakukan fotosintesis sehingga alga hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan. Peranan Scenedesmus bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan). Scenedesmus mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: Produsen primer (penyedia oksigen), Sumber pakan alami bagi ikan dan organism air lain terutama benih (Stone 2003)

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Scenedesmus

Ahsan, M., Habiba,B., and Parvin, Mashuda. 2008,  “A Review On Culture, Production And

Use Of Spirulina As Food For Humans And Feeds For Domestic Animals And Fish”,

FAO Fisheries and Aquaculture Circular, Rome.

Borowitzka LJ, Borowitzka MA. 1989a. B-carotene (Provitamin A) production with algae. In Vandamme EJ (ed.). Biotechnology of Vitamins, Pigments and Growth Factors. Elsevier Applied Science, London, 15–26.

Henrikson, R, (2009),  “Earth Food Spirulina How this remarkable blue-green algae can

transform your health and our planet”, Ronore Enterprises, Inc. , Hawaii, USA.

Kabinawa K. 2006. Spirulina Ganggang Penggempur Aneka Penyakit. AgroMedia Pustaka: Jakarta

Kataraman V, 2001, The Cultivation of Algae Indiana Council of Agriculture Resources, India.

Lee et al. 2000. Carotenoid supplementation reduces erythema in human skin after simulated solar radiation exposure. Proc Soc Exp Biol Med; 223(2):170-4

Massyuk NP. 1973. Morphology, Taxonomy, Ecology and Geographic Distribution of the Genus Dunaliella Teod. and Prospects for its potential Utilization. Naukova Dumka, Kiev.

Matsunaga et al 2009. Characterization of marine microalga,Scenedesmus sp. strain JPCC GA0024 toward biofuel production. Biotechnol Lett (2009) 31: 1367-1372

Round F., 2000, Bio The logy of The Algae Second Edition, Edward Arnold, Ltd, London.

Stone, D. 2003. .Biodiversity of Indonesia. Singapore: Tien Wah Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: